Jakarta, 12 Oktober 2025 – Kebangkitan ekonomi Jabodetabek tercermin dari pertumbuhan spektakuler pengguna LRT Jabodebek yang mencapai 41,74 persen dalam periode Januari hingga September 2025. Dengan melayani 20.769.914 pelanggan dibandingkan 14.653.832 pelanggan di periode sama tahun lalu, angka pertumbuhan ini menunjukkan dinamika ekonomi kawasan yang semakin kuat. Lonjakan pengguna transportasi publik seringkali berkorelasi dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, mobilitas tenaga kerja yang meningkat, dan pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan.
Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan vitalitas ekonomi perkotaan. “LRT Jabodebek kini menjadi bagian penting dari kehidupan urban. Masyarakat memilihnya karena efisien, nyaman, dan terhubung langsung dengan moda lain seperti KRL, MRT, dan Whoosh. Ini menandakan budaya baru: bergerak bersama transportasi publik,” jelasnya. Kebangkitan ekonomi ini didorong oleh kemudahan akses yang membuka peluang kerja dan bisnis baru di berbagai sektor.
Peningkatan kapasitas layanan menjadi katalis kebangkitan ekonomi ini. Penambahan trainset dari 20 menjadi 24 unit sepanjang tahun 2025 dengan frekuensi perjalanan yang meningkat dari 348 menjadi 396 trip harian memastikan mobilitas tenaga kerja berjalan lancar. Tahapan peningkatan dimulai Maret 2025 dengan 22 trainset dan 366 perjalanan, berlanjut Juli 2025 dengan 24 trainset dan 396 perjalanan. Efisiensi waktu tempuh yang tercipta meningkatkan produktivitas pekerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dampak ekonomi terasa nyata di kawasan sekitar stasiun LRT dari Bekasi hingga Cawang. Nilai properti meningkat signifikan, sektor ritel dan jasa berkembang pesat, dan ekosistem usaha mikro kecil menengah tumbuh subur. Konektivitas antarkota yang tercipta memperkuat Jabodetabek sebagai satu kesatuan ekonomi perkotaan yang saling terhubung dan mendukung. Sebagai moda berbasis listrik yang mengurangi emisi 0,8 kilogram karbon dioksida per perjalanan, pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek juga mencerminkan kebangkitan ekonomi hijau yang berkelanjutan, membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
(Redaksi)

