Jakarta, 11 Oktober 2025 – Integrasi tiga pilar utama yaitu mobilitas, pariwisata, dan logistik menjadi strategi KAI Group dalam mendorong ekonomi hijau nasional. Tercatat sebanyak 369 juta pelanggan dilayani sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, meningkat 8,16 persen dari periode sama tahun lalu. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ketiga pilar tersebut dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan menggerakkan perekonomian dengan cara yang ramah lingkungan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan visi integrasi tiga pilar ini. “KAI terus berinovasi agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang efisien, nyaman, dan berkesan. Kami bersyukur kepercayaan publik terhadap KAI terus tumbuh seiring peningkatan layanan di seluruh lini,” ungkapnya. Integrasi ini memungkinkan masyarakat tidak hanya bepergian, tetapi juga menikmati destinasi wisata dan memanfaatkan layanan logistik yang semuanya berbasis pada prinsip keberlanjutan.
Pilar mobilitas mencatat pertumbuhan solid dengan KAI Commuter melayani 293,2 juta pelanggan, LRT Jabodebek tumbuh 41,74 persen menjadi 20,7 juta pelanggan, kereta antarkota dan lokal 41,4 juta pelanggan, KCIC Whoosh 4,52 juta, KAI Bandara 5,19 juta, LRT Sumsel 3,38 juta, dan kereta Makassar-Parepare 228 ribu pelanggan. Pilar pariwisata diperkuat oleh KAI Wisata yang tumbuh 56,58 persen dengan 166.645 pelanggan yang menikmati perjalanan tematik dan panoramik.
Pilar logistik melengkapi ekosistem ekonomi hijau dengan KAI Logistik yang menyediakan distribusi barang ramah lingkungan. Dengan mengalihkan pengiriman dari jalan ke rel, emisi karbon dapat dikurangi secara signifikan sambil mempertahankan efisiensi distribusi. Ketepatan waktu keberangkatan 99,53 persen dan kedatangan 96,26 persen menunjukkan keandalan ketiga pilar ini. KAI Group membuktikan bahwa persatuan mobilitas, pariwisata, dan logistik dapat menciptakan dampak ekonomi hijau yang komprehensif.
(Redaksi)

