Jakarta, 10 Oktober 2025 – Tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025 menjadi momen bersejarah bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung kesehatan mental masyarakat. Bekerja sama dengan Ibunda.id, KAI meluncurkan “Menjaga yang Menjaga Perjalanan” sebagai program komprehensif yang menyediakan dukungan psikologis bagi petugas frontliners seperti masinis, kondektur, prama, prami, serta seluruh penumpang. Pada tanggal tersebut, pemutaran video dan pengumuman layanan masyarakat dilakukan serentak di ratusan stasiun besar dan 336 rangkaian kereta jarak jauh di seluruh Indonesia.
Raden Agus Dwinanto Budiadji, EVP of Corporate Secretary KAI, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan. “KAI tidak hanya memastikan penumpang sampai tujuan dengan selamat dan nyaman, tetapi juga ingin menjadi bagian dari perjalanan batin mereka. Kesehatan mental adalah pondasi penting, baik bagi pekerja kami yang melayani di garis depan maupun pelanggan yang mempercayakan perjalanannya pada KAI,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kerja sama dengan Ibunda.id melambangkan peran aktif BUMN transportasi dalam berkontribusi pada isu sosial dan meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.
Ariel Tatum, yang menjadi suara kampanye ini, menyampaikan pesan yang menyentuh hati para penumpang di berbagai stasiun dan kereta. “Hai… apa kabar kamu hari ini? Kadang kita suka jawab ‘baik-baik aja’, padahal di dalam hati lagi capek banget. Kamu nggak sendirian,” ujarnya dalam rekaman yang diputar. Ariel kemudian memandu latihan pernapasan sederhana dengan mengajak penumpang menarik napas, menahan sebentar, lalu melepaskannya perlahan. Intan, seorang penumpang di Stasiun Gambir, mengaku sangat tersentuh oleh pesan tersebut dan merasa bahwa KAI tidak hanya mengantarkan perjalanan fisik, tetapi juga memberi ruang untuk perasaan.
Program ini dimulai sejak September 2025 dengan berbagai kegiatan di lokasi strategis, termasuk sesi deep talk di Jakarta Railway Center pada 10 September, bilik curhat di ruang tunggu KCIC pada 18 September, serta di Stasiun Surabaya Gubeng, Gambir Expo, dan Cikini pada 23-26 September. Melalui inisiatif ini, KAI berhasil menciptakan ruang aman untuk berbagi cerita, memberikan dukungan emosional, dan menghapus stigma terkait kesehatan mental di lingkungan transportasi publik.
(Redaksi)

