Jakarta, 6 Oktober 2025 – Di tengah dorongan global untuk menurunkan emisi karbon, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat perannya sebagai penggerak utama transportasi rendah karbon nasional. Melalui pengembangan layanan angkutan retail berbasis rel, KAI tidak hanya mendorong efisiensi distribusi barang, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
“Moda kereta api memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi dan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan transportasi jalan raya. Inilah yang membuat KAI berperan strategis dalam transisi menuju sistem logistik hijau,” ujar EVP Komunikasi Perusahaan KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Ia menjelaskan bahwa setiap ton barang yang diangkut menggunakan kereta api dapat mengurangi emisi karbon hingga 75 persen dibandingkan dengan angkutan berbasis truk. Hal ini menjadikan kereta sebagai alternatif utama bagi sektor industri dan pelaku usaha yang mulai beralih ke moda transportasi berkelanjutan.
Selain efisiensi energi, penggunaan rel juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya serta memperpanjang umur infrastruktur jalan. “Dengan memindahkan sebagian besar beban distribusi ke jalur rel, kita turut mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan yang disebabkan kendaraan berat,” tambahnya.
KAI juga terus melakukan investasi pada armada dan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui penggunaan lokomotif dengan sistem pembakaran efisien serta pengembangan green depot di beberapa wilayah operasi.
Program digitalisasi logistik yang dijalankan KAI turut memperkuat rantai pasok berkelanjutan. Dengan integrasi data pengiriman, konsumsi energi, dan emisi karbon, perusahaan dapat memantau sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh jaringan.
Menurut Raden Agus, keberhasilan KAI dalam membangun sistem logistik hijau tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra industri. “Kami terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memperluas jaringan distribusi rendah karbon di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Dengan langkah-langkah tersebut, KAI tak hanya menjadi tulang punggung distribusi nasional, tetapi juga pionir dalam mewujudkan transportasi yang efisien, modern, dan ramah lingkungan. (Redaksi)

