Jakarta, 16 Oktober 2025 – Cita rasa khas Yogyakarta kini bisa dinikmati di atas rel kereta api berkat kerja sama yang tengah dijajaki antara KAI Services dan Bakpia Pathok 25. Melalui kolaborasi ini, KAI Services ingin membawa pengalaman kuliner baru bagi penumpang dengan menghadirkan oleh-oleh legendaris kota pelajar di layanan Gerbong Oleh-Oleh dan Kuliner Kereta.
Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, bersama jajaran direksi dan tim Regional 6, berkunjung langsung ke kantor Bakpia Pathok 25 di Yogyakarta untuk membahas potensi kerja sama strategis. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi KAI Services dalam memperluas jaringan produk kuliner lokal di layanan yang dikelolanya.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengangkat produk kuliner daerah agar dikenal lebih luas. “KAI Services menghadirkan Gerbong Oleh Oleh di Loko Café Malioboro dan Loko Café Tugu untuk para pengunjung loko café yang ingin mencari oleh-oleh dan salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang paling dicari adalah Bakpia Pathok 25. Untuk itu, KAI Services menjajaki kerja sama dengan Bakpia Pathok 25 agar produk-produk Bakpia Pathok 25 hadir di Gerbong Oleh-Oleh dan juga di Kuliner Kereta dan Loko Café. Nantinya pemesanan bisa dilakukan melalui sistem pre order,” ujar Nyoman.
Lewat kolaborasi ini, penumpang tidak hanya dimanjakan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga pengalaman mencicipi oleh-oleh khas yang sarat nilai budaya. Produk Bakpia Pathok 25 nantinya bisa dibeli langsung di Gerbong Oleh-Oleh atau dipesan melalui aplikasi Acces by KAI.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi KAI Services dalam memperkuat hubungan dengan UMKM kuliner lokal dan memperluas portofolio produk Nusantara yang dihadirkan kepada pelanggan. Selain Bakpia Pathok 25, KAI Services juga berencana menghadirkan berbagai kuliner khas daerah lainnya di masa mendatang.
Kolaborasi ini mempertegas komitmen KAI Services untuk menjadikan layanan kereta api tidak sekadar transportasi, tetapi juga wadah promosi kuliner dan budaya Indonesia. (Redaksi)

