Jakarta, 14 Oktober 2025 – Kinerja layanan pengiriman Barang Hantaran Paket (BHP) dari PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun ikut mencerminkan dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan. Pada kurun Januari hingga September 2025, total barang yang tersalur mencapai 2,7 juta kilogram, terdiri dari pengiriman dan penerimaan barang di sejumlah stasiun di wilayah Daop 7. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas Daop 7 Madiun menegaskan, “Pengiriman dan penerimaan barang naik masing-masing 25 persen dan 20 persen dari tahun sebelumnya, yang membuktikan moda kereta api semakin dipercaya sebagai solusi logistik tangguh dan efisien.” Layanan ini memungkinkan pengiriman barang antarkota dengan biaya logistik yang lebih terjangkau dan waktu pengiriman lebih cepat.
Penggabungan kereta barang dengan kereta penumpang dan kereta parcel menjadikan sistem BHP berbeda dari pengiriman konvensional. Manfaat yang ditawarkannya tak hanya aspek kecepatan tetapi juga keselamatan barang karena risiko kerusakan yang relatif rendah. Di samping itu, penggunaan kereta api mengurangi volume kendaraan di jalan raya, yang pada gilirannya menurunkan polusi dan emisi karbon.
Zainul menambahkan bahwa BHP berperan penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan pengusaha lokal, meninggalkan dampak positif bagi perekonomian berbasis masyarakat. “Kami optimis layanan ini mampu memacu perputaran ekonomi kerakyatan dengan distribusi produk lokal yang lebih cepat dan efisien,” tambahnya.
(Redaksi)

