Jakarta, 3 September 2025 – Kehadiran RailClinic di Stasiun Kebasen, Banyumas, pada Rabu (3/9), disambut meriah oleh masyarakat. Program yang digagas PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini menghadirkan layanan kesehatan gratis sekaligus penyaluran bantuan sosial, bertepatan dengan HUT ke-80 KAI.
RailClinic menghadirkan beragam layanan medis, di antaranya poli umum, gigi, mata, laboratorium, hingga pemeriksaan untuk ibu hamil dan anak. Tak ketinggalan, Rail Library turut hadir sebagai fasilitas baca untuk anak-anak dengan koleksi buku yang menarik.
Masyarakat tampak berbondong-bondong datang memanfaatkan kesempatan ini. Warga mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan yang mudah diakses dan gratis. Kehadiran tenaga medis profesional dari KAI membuat pelayanan terasa lebih maksimal.
Selain layanan medis, KAI juga menyalurkan bantuan TJSL senilai Rp 228.476.250,-. Bantuan tersebut terbagi dalam program KAI Sar’i untuk perbaikan rumah ibadah lintas agama, serta KAI EduFriend untuk mendukung fasilitas pendidikan dan kebutuhan sosial masyarakat.
Kegiatan sosial ini juga diperkuat oleh bantuan dari UPZ KAI sebesar Rp 11.000.000,- berupa kursi roda, kacamata, serta alat permainan edukatif untuk anak-anak. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga pendidikan dan sosial.
Vice President Daop 5 Purwokerto, Gun Gun Nugraha, menegaskan komitmen KAI dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. “KAI tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui layanan kesehatan dan dukungan sosial. Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi pemeliharaan sarana ibadah lintas agama, peningkatan kualitas pendidikan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran RailClinic juga menjadi sarana untuk mempererat kedekatan antara KAI dengan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat semakin percaya dan peduli terhadap layanan kereta api.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus menebar manfaat serupa di wilayah lain, dengan mengedepankan kepedulian sosial, pendidikan, serta keselamatan dalam perjalanan kereta api. (Redaksi)

