Jakarta, 29 Agustus 2025 – Hasil positif dari program penutupan perlintasan sebidang mulai terlihat nyata melalui penurunan signifikan gangguan keselamatan di jalur kereta api. Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah gangguan keselamatan di perlintasan sebidang mengalami penurunan sebesar 19% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, membuktikan efektivitas strategi preventif yang telah diimplementasikan secara konsisten.
Tren penurunan gangguan keselamatan ini merupakan hasil dari pendekatan berbagai aspek yang meliputi penutupan perlintasan yang tidak memenuhi standar, peningkatan sosialisasi keselamatan, penertiban bangunan liar di sekitar jalur, dan pemasangan ribuan spanduk peringatan di lokasi-lokasi strategis. Kombinasi upaya ini menciptakan ekosistem keselamatan yang lebih menyeluruh dan efektif.
Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan terhadap dampak program penutupan perlintasan menunjukkan bahwa investasi dalam keselamatan memberikan hasil yang signifikan dalam bentuk pengurangan risiko dan peningkatan keandalan operasional kereta api. Hal ini juga berdampak positif pada kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan.
Wakil Presiden Direktur Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba menyatakan kepuasan terhadap hasil yang dicapai. “KAI juga mencatat adanya tren positif dari berbagai langkah pencegahan yang telah dilakukan. Sepanjang 2025, jumlah gangguan keselamatan di perlintasan sebidang turun 19% dibanding periode yang sama tahun 2024,” ungkap Anne. Tren positif ini memberikan motivasi untuk terus melanjutkan dan mengembangkan program keselamatan yang inovatif.
(Redaksi)

