Jakarta, 02 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan solusi angkutan barang yang ramah lingkungan. Pada periode Januari–September 2025, KAI mengangkut 51,18 juta ton barang, dengan kapasitas angkut besar dan emisi lebih rendah dibanding moda transportasi darat lain.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa sebagian besar barang diangkut berupa batu bara, yakni 42,39 juta ton atau 82,84 persen dari total. Batu bara ini menjadi pasokan energi untuk PLTU di Jawa dan Bali yang melayani 158 juta penduduk.
“Setiap rangkaian kereta batu bara membawa lebih dari sekadar muatan. Itu adalah energi yang menyalakan lampu di rumah-rumah, menghidupkan mesin produksi UMKM, memastikan kelas belajar tetap terang, dan menjaga peralatan medis di rumah sakit tetap berfungsi. Rel bukan hanya jalur baja, melainkan nadi kehidupan yang mengalirkan cahaya untuk masyarakat,” ujar Anne.
Selain batu bara, KAI juga mengangkut komoditas strategis lain seperti semen, klinker, BBM, pupuk, dan produk retail. Semua ini menopang pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat.
Anne menekankan pentingnya transportasi berkelanjutan. “Bayangkan sebuah desa yang bisa berkembang karena pupuk datang tepat waktu, proyek infrastruktur tidak terhenti karena semen tersedia, atau UMKM tetap bisa memasarkan produknya karena distribusi petikemas berjalan lancar,” katanya.
Kereta api terbukti sebagai moda transportasi efisien dan ramah lingkungan, dengan kemampuan mengangkut barang besar sekaligus menekan jejak karbon.
Melalui penguatan sarana, modernisasi infrastruktur, dan digitalisasi layanan, KAI memastikan distribusi barang tetap efisien, tepat waktu, dan selaras dengan pembangunan berkelanjutan. (Redaksi)

