Jakarta, 6 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat transformasi di sektor logistik retail melalui digitalisasi dan penguatan jaringan distribusi berbasis rel. Hingga triwulan III 2025, volume angkutan retail mencapai 185.057 ton, tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini menandakan bahwa layanan retail KAI semakin dipercaya oleh masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam mendukung rantai pasok nasional. Transformasi yang dilakukan KAI bertujuan mewujudkan sistem logistik yang lebih cerdas, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Digitalisasi menjadi fondasi utama dari inovasi KAI. Melalui sistem yang terintegrasi, pelanggan dapat melakukan pemesanan, pelacakan, dan manajemen pengiriman secara daring dengan mudah dan transparan. Teknologi ini menjadikan layanan logistik berbasis rel semakin kompetitif di tengah persaingan industri ekspedisi.

Selain mengandalkan teknologi, KAI juga memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk e-commerce fulfillment dan penyedia jasa ekspedisi. Sinergi ini menciptakan integrasi yang menyeluruh antara layanan first mile, mid mile, dan last mile.

“KAI berkomitmen menghadirkan layanan logistik retail yang inklusif dan berdaya guna bagi semua lapisan, termasuk UMKM. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui layanan distribusi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Penerapan konsep logistik cerdas ini memungkinkan pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar dan mempercepat proses distribusi produk dari daerah ke kota besar. Biaya logistik yang lebih efisien turut mendorong daya saing produk lokal di pasar nasional.

Selain efisiensi, moda rel juga dikenal ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding angkutan jalan raya. Dengan begitu, KAI turut berperan aktif dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.

Transformasi digital yang dilakukan KAI membuktikan bahwa moda transportasi berbasis rel tidak hanya relevan di masa kini, tetapi juga menjadi pilar utama logistik masa depan Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *