Jakarta, 29 Agustus 2025 – Transformasi infrastruktur transportasi melalui program penutupan 800 perlintasan sebidang mencerminkan visi jangka panjang KAI untuk menciptakan sistem kereta api yang modern, aman, dan efisien. Program ambisius ini tidak hanya fokus pada penutupan perlintasan yang berisiko, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur alternatif yang dapat mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengorbankan keselamatan.
Proses transformasi melibatkan redesain jalur transportasi di berbagai wilayah, dengan mempertimbangkan kebutuhan masa depan dan perkembangan urbanisasi yang dinamis. Setiap keputusan penutupan perlintasan disertai dengan kajian dampak yang komprehensif dan rencana mitigasi untuk memastikan bahwa perubahan infrastruktur tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Investasi dalam teknologi konstruksi modern dan material berkualitas tinggi memastikan bahwa infrastruktur pengganti memiliki daya tahan dan keandalan yang optimal dalam jangka panjang. Pendekatan holistik ini menciptakan nilai tambah tidak hanya dari aspek keselamatan tetapi juga dari segi efisiensi operasional dan estetika lingkungan.
Wakil Presiden Direktur Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba menegaskan komitmen terhadap transformasi infrastruktur yang berkelanjutan. “KAI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong perubahan perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang melalui pembangunan flyover atau underpass,” ujar Anne. Transformasi infrastruktur ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem transportasi kereta api Indonesia.
(Redaksi)

