Jakarta, 12 Agustus 2025 – Program modernisasi infrastruktur stasiun dalam kerangka kerjasama KAI dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi upgrade komprehensif fasilitas yang bertujuan meningkatkan comfort, safety, dan accessibility bagi semua pengguna layanan. Modernisasi ini tidak hanya mencakup aspek fungsional tetapi juga mempertimbangkan estetika yang mencerminkan kekayaan budaya Yogyakarta dan nilai-nilai arsitektur tradisional Jawa.
Rencana pengembangan Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan meliputi expansion area untuk mengakomodasi proyeksi pertumbuhan penumpang hingga 5.097.324 dan 2.459.217 penumpang respectively pada tahun 2029. Fasilitas modern seperti automated ticketing system, digital information display, enhanced waiting areas, improved retail spaces, dan accessibility features untuk penumpang dengan kebutuhan khusus menjadi bagian integral dari rencana modernisasi.
Desain infrastruktur yang dikembangkan menggabungkan functionality modern dengan local wisdom, menciptakan iconic landmarks yang tidak hanya functional tetapi juga menjadi pride of the community. Integrasi dengan heritage buildings dan preservation of historical elements memastikan bahwa modernisasi tidak menghilangkan karakter dan identitas unik Yogyakarta sebagai kota budaya.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menekankan pentingnya balance antara modernisasi dan preservation. “Setiap pengembangan infrastruktur harus memberikan upgraded experience kepada penumpang sambil tetap menghormati dan melestarikan warisan budaya yang menjadi daya tarik unik Yogyakarta,” ungkap Didiek. Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan bahwa modernisasi infrastruktur ini harus menjadi showcase dari harmoni antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya, menciptakan model development yang dapat dibanggakan dan dijadikan reference untuk proyek serupa di masa mendatang.
(Redaksi)

