Jakarta, 14 Agustus 2025 – Upaya peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api menjadi fokus utama KAI Daop 5 Purwokerto setelah mencatat 2 kasus kecelakaan sepanjang tahun 2025. Kedua insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengguna jalan yang mengabaikan prosedur keselamatan standar saat akan melintas di perlintasan sebidang.
Data kecelakaan ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di perlintasan kereta api tidak boleh diabaikan. Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro menjelaskan bahwa mayoritas kecelakaan disebabkan oleh perilaku tidak disiplin pengguna jalan, seperti menerobos palang pintu, tidak berhenti untuk memastikan kondisi aman, atau bahkan bermain di sekitar rel kereta api.
Kompleksitas keselamatan di perlintasan semakin meningkat mengingat wilayah Daop 5 memiliki 192 perlintasan dengan komposisi 160 titik terjaga dan 32 titik tidak terjaga. Setiap harinya, rata-rata 138 perjalanan kereta api melintas di wilayah ini, yang terdiri dari 110 kereta penumpang dan 28 kereta barang, menciptakan intensitas lalu lintas kereta yang cukup padat.
“Risiko semakin tinggi jika pengguna jalan mengabaikan rambu, dan menerobos palang pintu. Oleh karena itu, setiap pengendara wajib berhenti sejenak, memastikan kondisi aman, dan selalu mendahulukan perjalanan kereta demi keselamatan bersama,” tegas Krisbiyantoro. Dia menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kesadaran dan kedisiplinan dari seluruh masyarakat.
(Redaksi)

