Jakarta, 6 November 2025 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin serius menyiapkan ekspansi jangka panjang dalam sektor logistik, salah satunya melalui pembangunan Terminal Tarahan II. Langkah ini diambil seiring target pertumbuhan angkutan barang sebesar 15% pada 2029, dengan proyeksi batu bara yang mencapai 111,2 juta ton. Terminal Tarahan II akan menjadi salah satu fondasi penting yang memperkuat rantai logistik energi nasional.
Pertumbuhan angkutan batu bara KAI pada Januari–Oktober 2025 telah mencapai 47.775.610 ton, naik 4,3% dari tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan tren positif yang perlu diimbangi dengan infrastruktur yang lebih besar dan modern, agar kebutuhan industri energi dan komoditas lainnya dapat terpenuhi secara optimal.
Kontribusi batu bara terhadap total angkutan barang KAI mencapai 83%, dari total 57.556.900 ton. Dengan tingginya angka tersebut, KAI memandang perlunya infrastruktur yang dapat memperluas kapasitas bongkar-muat secara signifikan. Terminal Tarahan II yang diproyeksikan mampu menyerap 18 juta ton batu bara menjadi tonggak utama dalam rencana ekspansi tersebut.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya kelancaran distribusi batu bara bagi sektor ketenagalistrikan nasional.
“Batu bara ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali, yang menyuplai listrik ke rumah tangga, menghidupkan fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, serta mendukung industri dan usaha kecil di seluruh Indonesia,” ujar Anne.
KAI memperkuat sistem distribusi dengan memastikan seluruh elemen logistik saling terintegrasi, mulai dari jalur rel, fasilitas penumpukan, hingga proses bongkar-muat di pelabuhan. Peningkatan ini diharapkan mampu menjaga ketepatan waktu pengiriman ke pembangkit listrik dan sektor pengguna lainnya.
Selain Terminal Tarahan II, KAI juga meningkatkan kapasitas fasilitas bongkar-muat di Kertapati, yang diharapkan menambah kapasitas angkut hingga 7 juta ton per tahun. Dukungan infrastruktur ini akan menjadi pilar penting dalam strategi KAI menghadapi lonjakan permintaan energi dan logistik nasional pada 2029.
Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat produksi batu bara nasional turut memainkan peran besar. Dengan potensi kontribusi tambahan sebesar 27,8 juta ton, wilayah ini menjadi simpul utama yang menopang optimalisasi Terminal Tarahan II dan sistem logistik berbasis rel lainnya.
Dengan berbagai pembangunan yang sedang berlangsung, KAI memperlihatkan kesiapan besar untuk menjawab tantangan masa depan. Terminal Tarahan II menjadi simbol percepatan penguatan logistik energi, sekaligus memastikan perusahaan mampu memenuhi kebutuhan industri selama lima tahun ke depan. (Redaksi)

