Jakarta, 27 Agustus 2025 – KAI terus menegakkan strategi berkelanjutan melalui program Langkah Hijau yang telah menanam 106.757 pohon di berbagai titik strategis sejak 2021. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyasar lokasi kritis untuk memaksimalkan dampak ekologis dan sosial dari aksi penghijauan.
Menurut VP Public Relations KAI Anne Purba, “Penanaman dilakukan di tiga segmen: 42.092 pohon di stasiun dan kantor, 59.927 pohon di area eksternal masyarakat, serta 4.738 pohon di lingkungan grup—termasuk tambahan 5.738 pohon hingga Juni 2025—untuk memulihkan kawasan rawan banjir dan lanskap kering” (Redaksi). Program ini menggandeng masyarakat lokal dalam pelaksanaan.
KAI memilih berbagai jenis tanaman, mulai pohon buah yang bermanfaat bagi ketahanan pangan hingga mangrove yang berfungsi sebagai pelindung pesisir. Sengon dan petai dipilih untuk memperbaiki struktur tanah di area kritis dan perbukitan.
Setiap pohon menyerap rata-rata 22 kg CO₂ per tahun, menghasilkan total penyerapan 2,35 juta kg CO₂. Area eksternal masyarakat menghasilkan 1,32 juta kg, properti KAI 926.024 kg, dan lingkungan grup 104.236 kg. “Langkah Hijau KAI adalah aksi kolektif untuk bumi yang lebih hijau,” pungkas Anne Purba (Redaksi).

