Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan Station Integrated Housing, sebuah inovasi hunian yang terhubung langsung dengan stasiun kereta. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal praktis bagi masyarakat urban dengan mobilitas tinggi.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa proyek hunian ini menjadi bagian penting dari strategi pendapatan non-farebox (NFB). Konsepnya menghadirkan hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga mendukung gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Dengan mengembangkan lifestyle, retail, dan integrasi di kawasan stasiun, KAI berkomitmen untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan, membuka ruang usaha bagi mitra bisnis, serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Anne.

Kehadiran Station Integrated Housing dipandang sebagai solusi efisien bagi pekerja dan masyarakat urban. Akses langsung ke transportasi publik memungkinkan penghuninya menghemat waktu tempuh dan mendukung mobilitas yang lebih produktif.

Selain faktor efisiensi, proyek hunian terintegrasi ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan di sekitar stasiun akan semakin hidup dengan hadirnya aktivitas komersial yang mendukung kebutuhan penghuni.

KAI melengkapi konsep hunian tersebut dengan Lifestyle Hub, sebuah ruang yang menggabungkan kawasan residensial, pusat retail, dan layanan gaya hidup. Integrasi ini memberikan pengalaman hidup modern bagi masyarakat urban.

Potensi pasar hunian terintegrasi sangat besar, seiring dengan tingginya jumlah penumpang. Sepanjang Januari–Juli 2025, KAI mencatatkan 286.571.681 pelanggan, meningkat 9,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Melalui berbagai inisiatif ini, selain fokus pada layanan transportasi. KAI juga berkomitmen untuk membangun ekosistem transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan Station Integrated Housing, sebuah inovasi hunian yang terhubung langsung dengan stasiun kereta. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal praktis bagi masyarakat urban dengan mobilitas tinggi.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa proyek hunian ini menjadi bagian penting dari strategi pendapatan non-farebox (NFB). Konsepnya menghadirkan hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga mendukung gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Dengan mengembangkan lifestyle, retail, dan integrasi di kawasan stasiun, KAI berkomitmen untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan, membuka ruang usaha bagi mitra bisnis, serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Anne.

Kehadiran Station Integrated Housing dipandang sebagai solusi efisien bagi pekerja dan masyarakat urban. Akses langsung ke transportasi publik memungkinkan penghuninya menghemat waktu tempuh dan mendukung mobilitas yang lebih produktif.

Selain faktor efisiensi, proyek hunian terintegrasi ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan di sekitar stasiun akan semakin hidup dengan hadirnya aktivitas komersial yang mendukung kebutuhan penghuni.

KAI melengkapi konsep hunian tersebut dengan Lifestyle Hub, sebuah ruang yang menggabungkan kawasan residensial, pusat retail, dan layanan gaya hidup. Integrasi ini memberikan pengalaman hidup modern bagi masyarakat urban.

Potensi pasar hunian terintegrasi sangat besar, seiring dengan tingginya jumlah penumpang. Sepanjang Januari–Juli 2025, KAI mencatatkan 286.571.681 pelanggan, meningkat 9,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Melalui berbagai inisiatif ini, selain fokus pada layanan transportasi. KAI juga berkomitmen untuk membangun ekosistem transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan Station Integrated Housing, sebuah inovasi hunian yang terhubung langsung dengan stasiun kereta. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal praktis bagi masyarakat urban dengan mobilitas tinggi.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa proyek hunian ini menjadi bagian penting dari strategi pendapatan non-farebox (NFB). Konsepnya menghadirkan hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga mendukung gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Dengan mengembangkan lifestyle, retail, dan integrasi di kawasan stasiun, KAI berkomitmen untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan, membuka ruang usaha bagi mitra bisnis, serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Anne.

Kehadiran Station Integrated Housing dipandang sebagai solusi efisien bagi pekerja dan masyarakat urban. Akses langsung ke transportasi publik memungkinkan penghuninya menghemat waktu tempuh dan mendukung mobilitas yang lebih produktif.

Selain faktor efisiensi, proyek hunian terintegrasi ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan di sekitar stasiun akan semakin hidup dengan hadirnya aktivitas komersial yang mendukung kebutuhan penghuni.

KAI melengkapi konsep hunian tersebut dengan Lifestyle Hub, sebuah ruang yang menggabungkan kawasan residensial, pusat retail, dan layanan gaya hidup. Integrasi ini memberikan pengalaman hidup modern bagi masyarakat urban.

Potensi pasar hunian terintegrasi sangat besar, seiring dengan tingginya jumlah penumpang. Sepanjang Januari–Juli 2025, KAI mencatatkan 286.571.681 pelanggan, meningkat 9,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Melalui berbagai inisiatif ini, selain fokus pada layanan transportasi. KAI juga berkomitmen untuk membangun ekosistem transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *