Jember, 6 Desember 2025 – Peran Stasiun Jember sebagai pusat transit utama di wilayah timur Jawa semakin diperkuat melalui integrasi transportasi darat dan udara. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mendukung langkah ini sebagai bagian dari pengembangan konektivitas regional.
Integrasi tersebut ditunjang oleh kehadiran layanan bus gratis yang menghubungkan Terminal Tawangalun, Stasiun Jember, hingga Bandara Notohadinegoro. Layanan ini memberikan kemudahan perpindahan moda bagi masyarakat dan penumpang kereta api.
Dengan beroperasi setiap Senin hingga Jumat, bus gratis ini memungkinkan perjalanan menuju bandara dilakukan dengan lebih praktis dan terencana. Skema ini juga membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menilai bahwa Stasiun Jember memiliki posisi strategis dalam mendukung integrasi moda transportasi.
“KAI Daop 9 Jember menyambut baik hadirnya layanan bus gratis penghubung Stasiun Jember dengan Bandara Notohadinegoro. Kami mendukung penuh penguatan konektivitas ini karena memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat dan semakin mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Cahyo.
Menurutnya, keberadaan titik integrasi di Stasiun Jember memberikan nilai tambah bagi layanan kereta api. Penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan udara tanpa harus mencari moda transportasi tambahan.
Stasiun Jember juga dinilai mampu menjadi penggerak utama dalam pengembangan jaringan transportasi terintegrasi di wilayah sekitarnya. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan pelayanan publik.
Selain memberikan manfaat bagi penumpang, integrasi ini turut mendukung optimalisasi operasional Bandara Notohadinegoro. Akses yang semakin terhubung diharapkan meningkatkan minat masyarakat.
KAI Daop 9 Jember memastikan kesiapan fasilitas stasiun serta informasi perjalanan untuk menunjang kelancaran perpindahan moda. Langkah ini dilakukan agar integrasi berjalan efektif.
Dengan sinergi antar-moda ini, Stasiun Jember diharapkan terus berperan sebagai simpul konektivitas utama yang mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan. (Redaksi)

