Jakarta, 13 September 2025 – Stasiun Gambir di Jakarta mencatat angka luar biasa dengan melayani 13.349 wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Agustus 2025. Angka ini menempatkan Gambir sebagai stasiun kedua paling ramai dikunjungi turis asing setelah Yogyakarta, sekaligus membuktikan bahwa Jakarta masih menjadi pintu masuk utama bagi wisata kereta api di Indonesia.
Gambir selama ini dikenal sebagai stasiun kelas eksekutif yang melayani kereta antarkota menuju berbagai destinasi populer, termasuk Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Dengan fasilitas modern dan akses langsung ke ikon wisata Jakarta, Gambir menjadi titik strategis bagi wisman untuk memulai perjalanan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan, kepercayaan turis asing terhadap kereta api merupakan capaian penting. “Kereta api menjadi andalan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa dan Sumatera,” kata Anne.
Peningkatan jumlah wisman di Gambir dipicu oleh tren perjalanan multi-destinasi yang kini semakin populer di kalangan turis asing. Mereka cenderung menjadikan Jakarta sebagai titik awal, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta api untuk menikmati panorama Jawa, mulai dari Malioboro di Yogyakarta hingga Kawah Ijen di Banyuwangi.
Selain sebagai hub perjalanan, Gambir juga memiliki nilai simbolis sebagai gerbang budaya. Wisman yang tiba di sini langsung disuguhi dengan atmosfer Jakarta, termasuk kuliner Betawi, seni urban, hingga akses menuju pusat sejarah di Kota Tua.
Gambir juga diuntungkan oleh integrasi transportasi darat. Wisatawan asing dapat dengan mudah berpindah dari bandara atau transportasi perkotaan menuju stasiun ini, sehingga mobilitas lebih praktis dan cepat.
“Capaian ini sekaligus memetakan jalur wisata favorit turis asing di Pulau Jawa. Jakarta tetap menjadi simpul utama perjalanan, baik dari sisi konektivitas maupun budaya,” tambah Anne.
Dengan pertumbuhan ini, Gambir tidak hanya berfungsi sebagai stasiun kereta, melainkan juga sebagai wajah pertama Indonesia yang menyapa wisatawan dunia. (Redaksi)

