Jakarta, 8 September 2025 – Standar Operasional Prosedur KAI Services memberikan bimbingan khusus kepada petugas tentang cara mendekati korban pelecehan seksual dengan pendekatan yang sensitif dan tidak menimbulkan trauma tambahan. Bimbingan ini menjadi bagian penting dari program pelatihan yang diselenggarakan secara komprehensif.
Sebanyak 100 petugas satuan keamanan mengikuti program pelatihan yang memberikan panduan detail tentang teknik pendekatan korban. Tim pemateri dari Unit ROS Kantor Pusat menjelaskan bahwa pendekatan yang salah dapat memperburuk kondisi psikologis korban dan menghambat proses penanganan kasus.
Para peserta mendapat pelatihan praktis tentang bahasa tubuh yang tepat, intonasi suara yang menenangkan, serta pemilihan kata-kata yang tidak menyalahkan korban. Materi juga mencakup cara mengenali tanda-tanda trauma dan memberikan respons yang sesuai dengan kondisi emosional korban pelecehan seksual.
Nyoman Suardhita, Manager Corporate Communication KAI Services, menegaskan bahwa pendekatan yang tepat kepada korban adalah fondasi penanganan yang berhasil. “Untuk mengantisipasi kejadian pelecehan seksual di kereta, kami membekali satuan keamanan dengan SOP yang menjadi panduan mereka dalam menangani kejadian pelecehan seksual,” jelasnya.
(Redaksi)

