Jakarta, 18 Agustus 2025 – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal menjadi strategi utama dalam program Relawan Bakti BUMN yang difasilitasi KAI di Desa Hatinggian, Toba. Pemberdayaan pengrajin Ulos melalui pembinaan UMKM menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi modern yang berdaya saing.
Renovasi Rumah Ulos sebagai pusat budaya dan pemberdayaan menjadi landmark baru yang menggabungkan fungsi pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi. Fasilitas ini menjadi tempat pelatihan, pameran, dan pemasaran produk-produk kreatif berbasis budaya Batak. Konsep ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan warisan leluhur.
Pelatihan pemanfaatan bahan baku lokal seperti eceng gondok menjadi produk kerajinan menunjukkan inovasi dalam mengoptimalkan potensi alam sekitar. Masyarakat diajarkan teknik desain, produksi, dan pemasaran yang dapat meningkatkan nilai tambah produk. Bantuan sarana usaha melengkapi upaya pemberdayaan ekonomi kreatif.
Pendekatan terpadu antara pelestarian budaya, inovasi produk, dan pengembangan pasar menciptakan model ekonomi kreatif yang sustainable. KAI melalui program Relawan Bakti BUMN membuktikan bahwa ekonomi kreatif berbasis lokal dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan identitas budaya.
(Redaksi)

