Jakarta, 12 Agustus 2025 – Kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tidak hanya berdimensi pengembangan infrastruktur transportasi, tetapi juga mencerminkan harmonisasi antara modernitas dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional. Penandatanganan kesepakatan strategis ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap warisan budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat Yogyakarta.

Pendekatan yang holistik dan berwawasan budaya ini menjadi model unik dalam pengembangan transportasi publik di Indonesia, dimana aspek modernisasi tidak mengesampingkan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai penjaga warisan budaya Jawa turut berperan aktif dalam memastikan bahwa pengembangan infrastruktur tetap selaras dengan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menekankan pentingnya pendekatan yang sensitif budaya dalam implementasi kerjasama ini. “Kami sangat menghargai dan menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi kekayaan Yogyakarta, sehingga setiap pengembangan infrastruktur akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya dan harmonisasi dengan lingkungan sekitar,” ungkap Didiek.

Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan yang komprehensif ini. “Kerjasama ini menunjukkan bahwa kemajuan dan modernitas dapat dicapai tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah menjadi identitas Yogyakarta selama berabad-abad,” tegas Sri Sultan. Pernyataan ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian warisan budaya yang berharga.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *