Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah meluncurkan program pariwisata tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025, sebagai perwujudan komitmen kuatnya untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi perannya sebagai penyedia jasa transportasi. Program ini merupakan hasil sinergi yang kokoh antara PT KAI dengan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta pelaku industri pariwisata lokal. Strategi utama adalah memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menyajikan pengalaman wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Program “Rail Tour Jawa Timur” secara spesifik dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang terpadu dan unik. Kereta api dijadikan moda transportasi utama yang secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya yang berada di wilayah Daop 7 Madiun, dengan menjamin kenyamanan dan kemudahan akses. Inisiatif ini mengusung tajuk “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” yang bertujuan menyoroti kekayaan budaya, sejarah, dan alam lokal Jawa Timur yang memiliki daya tarik setara dengan destinasi wisata global. Sinergi ini ditargetkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi lokal hingga 48%.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat dibanggakan. Sinergi ini mencakup pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal, yang semuanya berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang baru. Ia menambahkan bahwa perjalanan yang ditawarkan tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat akan nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Pilihan paket wisata yang beragam, seperti Paket Wisata Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, dan Kota Bumi Bung Karno Blitar, menjamin pengalaman petualangan yang menarik.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal,” ujar Zainul dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (24/11/2025). Melalui inisiatif ini, Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui peningkatan jumlah kunjungan dan transaksi di sektor UMKM. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memicu lahirnya peluang usaha kreatif baru di sekitar stasiun dan destinasi wisata, menegaskan peran KAI sebagai katalisator kebangkitan pariwisata daerah. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *