Jakarta, 20 November 2025 – Sinergi antara distribusi Avtur dan layanan KA Bandara menciptakan ekosistem transportasi yang solid untuk mendukung mobilitas udara di Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pengangkutan Avtur periode Januari sampai Oktober 2025 mencapai 106.553.750 liter, meningkat 9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan KA Bandara YIA yang mencapai 1.509.263 penumpang untuk layanan Reguler dan 845.258 penumpang untuk layanan Xpress.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa distribusi Avtur menjadi fondasi bagi kelancaran operasional penerbangan yang melayani berbagai segmen masyarakat. “Pengangkutan Avtur memastikan jembatan udara tetap bergerak. Penerbangan melayani banyak kelompok masyarakat seperti tenaga medis yang bertugas, pengajar yang berpindah lokasi, pelajar yang menempuh pendidikan, hingga wisatawan yang datang menikmati kekayaan budaya Yogyakarta,” paparnya. Ketersediaan pasokan yang terjamin memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
Sistem distribusi Avtur dilakukan secara rutin dari Cilacap ke Rewulu setiap dua hari sekali menggunakan rangkaian kereta khusus. Dari Rewulu, bahan bakar disalurkan ke Yogyakarta International Airport untuk memenuhi kebutuhan penerbangan. Di sisi lain, layanan KA Bandara memberikan akses transportasi yang cepat dan nyaman bagi penumpang yang akan menggunakan jasa penerbangan, menciptakan konektivitas yang seamless antara moda darat dan udara.
Kombinasi distribusi Avtur dan layanan KA Bandara memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Yogyakarta. Pariwisata, usaha mikro kecil menengah, dan ekonomi kreatif menikmati manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan. KAI terus berkomitmen memperkuat kedua layanan ini melalui peningkatan standar keselamatan, koordinasi strategis, dan inovasi operasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
(Redaksi)

