Jakarta, 6 Agustus 2025 – Fokus utama kerjasama strategis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Baitulmaal Muamalat terletak pada tiga jenis sertifikasi krusial yang menjadi kebutuhan mendesak UMKM. Program Sertifikasi Bisnis ini mengalokasikan 300 kuota sertifikasi dengan pembagian yang seimbang, masing-masing 100 sertifikasi untuk Halal, PIRT, dan NIB, guna memastikan UMKM mendapatkan kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk berkompetisi di pasar modern.

Sertifikasi Halal menjadi kunci pembuka akses ke pasar muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 87% populasi, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara muslim. PIRT memungkinkan produk makanan dan minuman rumahan memperoleh legitimasi untuk dipasarkan secara komersial, sementara NIB memberikan identitas hukum yang diperlukan untuk mengakses berbagai program pemerintah dan kemitraan bisnis.

Program ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan struktural yang dihadapi UMKM dalam mengakses pasar formal. Dengan sertifikasi yang lengkap, pelaku usaha kecil dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan distribusi produk mereka. Kehadiran program ini juga menjadi solusi bagi UMKM yang selama ini kesulitan memenuhi persyaratan administratif untuk ekspansi bisnis.

“Dengan adanya sertifikasi Halal, PIRT, dan NIB, UMKM yang bergabung dalam program ini bisa lebih mudah mengakses pasar, terutama bagi produk yang membutuhkan kepercayaan konsumen tinggi, seperti produk pangan dan produk berbasis jasa,” jelaskan EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji. Implementasi program melibatkan Unit CSR KAI yang berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada setiap UMKM peserta untuk memaksimalkan nilai tambah dari setiap dokumen yang diperoleh.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *