Jakarta, 2 Oktober 2025 – Motif Mega Mendung khas Cirebon menjadi salah satu daya tarik visual dalam perjalanan kereta api yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pada peringatan Hari Batik Nasional 2025, KAI kembali menegaskan bahwa batik bukan hanya hadir dalam seragam petugas, tetapi juga dalam detail interior yang memperkaya pengalaman penumpang selama perjalanan.

Motif Mega Mendung yang identik dengan gradasi warna dan bentuk awan ini dipilih untuk menghiasi headrest dan pelapis kursi penumpang di sejumlah gerbong kereta. Pemilihan motif ini bukan tanpa alasan, karena Mega Mendung memiliki filosofi tentang kesabaran dan ketenangan, nilai yang selaras dengan kenyamanan perjalanan yang ingin dihadirkan KAI. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa sentuhan batik pada interior merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana yang kental dengan nuansa budaya Indonesia.

“Batik adalah kebanggaan sekaligus identitas bangsa. Melalui seragam batik, KAI ingin menunjukkan bahwa perjalanan kereta api bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga ruang untuk merawat tradisi, menghadirkan pengalaman budaya, dan memberikan pelayanan modern yang dekat dengan masyarakat,” ungkap Anne. Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap elemen dalam layanan KAI dirancang untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga kaya secara kultural.

Selain interior gerbong, stasiun-stasiun kereta api juga dihiasi dengan ornamen batik khas daerah setempat, memberikan kesan ramah dan penuh kehangatan sejak penumpang memasuki area stasiun. Seragam batik petugas frontliner yang dirancang oleh Anne Avantie dengan motif Sawunggaling dan Truntum juga turut memperkuat identitas budaya dalam pelayanan. KAI juga aktif memberdayakan UMKM, dengan melibatkan 1.059 pelaku usaha sepanjang Januari hingga September 2025, termasuk pengrajin batik dalam berbagai kegiatan. Pada Hari Batik Nasional ini, seluruh pegawai KAI di kantor mengenakan batik sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *