Jember, 29 November 2025 – KAI Daop 9 Jember kembali membuktikan integritas petugasnya dalam melindungi barang penumpang. Tahun 2025, layanan Lost and Found berhasil menyelamatkan barang senilai Rp 388.776.000,- dari 175 item yang tertinggal.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebutkan bahwa dari total barang temuan, 117 item berhasil dikembalikan ke pemilik atau sekitar 67%.
“Sistem Lost and Found KAI dirancang agar setiap barang yang ditemukan, sekecil apapun, dapat terdata dengan baik dan kembali ke tangan pemiliknya. Nilai temuan tahun ini yang hampir menyentuh angka Rp 400 juta menunjukkan bahwa barang yang tertinggal didominasi oleh benda bernilai tinggi,” ujar Cahyo.
Meskipun jumlah barang menurun 26% dibanding tahun 2024, tren dominasi barang berharga tetap terlihat jelas, termasuk laptop, telepon seluler, kamera, dan perhiasan.
KAI Jember menerapkan SOP ketat, mulai dari pelaporan penemuan barang, pencatatan di sistem terintegrasi, hingga penyimpanan di stasiun Jember dan stasiun Ketapang.
Petugas secara aktif menghubungi pemilik barang dan berkoordinasi dengan Contact Center KAI121 agar barang dapat segera dikembalikan.
Prosedur pengambilan barang tetap ketat, memerlukan verifikasi identitas, bukti perjalanan, dan ciri barang untuk memastikan keamanan dan keadilan.
“Kami mengingatkan kembali bahwa barang bawaan adalah tanggung jawab penumpang masing-masing. KAI tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan maupun kerusakan barang bawaan penumpang. Namun demikian, sebagai bentuk pelayanan prima, petugas KAI akan selalu berupaya maksimal membantu mengamankan barang yang tertinggal di area stasiun maupun di atas kereta,” tegas Cahyo (Redaksi).

