Jakarta, 3 September 2025 – Suasana Stasiun Kebasen, Banyumas, tampak berbeda saat RailClinic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) hadir. Warga dari berbagai usia berkumpul untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan, mulai dari pemeriksaan umum, gigi, hingga kandungan.
RailClinic yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan modern menjadi daya tarik utama. Kehadiran tenaga medis profesional menambah kepercayaan masyarakat untuk memeriksakan kondisi mereka, terlebih layanan ini hadir secara cuma-cuma.
Selain itu, Rail Library yang turut disediakan menjadi hiburan sekaligus sarana edukasi untuk anak-anak. Mereka bisa membaca buku dengan nyaman di dalam gerbong khusus, sembari orang tua mereka memanfaatkan layanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, KAI juga menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp 228 juta lebih. Bantuan diberikan melalui program KAI Sar’i untuk sarana ibadah lintas agama dan KAI EduFriend untuk mendukung dunia pendidikan.
Gun Gun Nugraha, Vice President Daop 5 Purwokerto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti komitmen KAI dalam menghadirkan kepedulian sosial. “Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi pemeliharaan sarana ibadah lintas agama, peningkatan kualitas pendidikan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Bantuan tersebut antara lain untuk rehabilitasi gereja, pembangunan mushola, renovasi vihara, hingga perbaikan pura. Sementara di bidang pendidikan, KAI memberikan kursi roda, perlengkapan olahraga, serta kacamata baca untuk anak-anak dan lansia.
Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kehadiran RailClinic juga mempererat hubungan KAI dengan warga sekitar jalur kereta api. Masyarakat merasa KAI bukan sekadar penyedia transportasi, melainkan bagian dari kehidupan mereka.
Dengan semangat kepedulian sosial, RailClinic menjadi medium kedekatan antara KAI dan masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan harmonis yang berkelanjutan. (Redaksi)

