Madiun, 13 November 2025 – Upaya memperkenalkan potensi wisata Jawa Timur kini memasuki babak baru melalui program “Rail Tour Jawa Timur” yang diperkenalkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun. Diluncurkan pada 30 Oktober 2025, program ini menawarkan pengalaman melancong yang lebih praktis, nyaman, dan terintegrasi dengan memaksimalkan jaringan kereta api sebagai jalur utama perjalanan.

Program wisata tematik ini lahir dari sinergi antara PT KAI, dua belas pemerintah daerah, serta dukungan Dinas Pariwisata dan Dinas Kominfo di wilayah Jawa Timur. Melalui kolaborasi ini, Rail Tour Jawa Timur dirancang untuk mempermudah akses wisatawan menuju beragam destinasi unggulan, khususnya yang berada di wilayah kerja Daop 7 Madiun.

Berbagai pilihan paket wisata telah disiapkan untuk mengajak masyarakat menjelajahi karakter khas kota-kota di Jawa Timur, mulai dari Paket Wisata Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, hingga Kota Bumi Bung Karno.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa program ini merupakan buah kerja sama lintas sektor yang kuat antara pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri wisata.

 “Kami berharap sinergi dalam program Rail Tour Jawa Timur ini dapat memberikan kesan baru bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai edukasi, sejarah, dan budaya,” ujar Zainul.

 “Jaringan perkeretaapian kami siap menjadi jalur utama yang membawa wisatawan pada petualangan baru di Jawa Timur.” terang Zainul.

Melalui Rail Tour ini, terdapat sejumlah harapan yang ingin dicapai, antara lain peningkatan mobilitas wisatawan domestik dan mancanegara, terbukanya peluang ekonomi kreatif baru di sekitar stasiun maupun lokasi wisata, serta penguatan perputaran ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas UMKM.

“Program Rail Tour Jawa Timur diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan pariwisata daerah, menegaskan peran KAI tidak hanya sebagai penyedia transportasi, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur.” pungkas Zainul. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *