Jakarta, 16 November 2025 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan sosial yang dekat dengan masyarakat melalui program Rail Clinic dan Rail Library. Sepanjang Oktober 2025, tiga kegiatan dilaksanakan di tiga wilayah berbeda di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Seluruh rangkaian ini menjadi jejak nyata hadirnya pelayanan kesehatan dan literasi yang mudah dijangkau oleh warga sekitar jalur rel.

Kegiatan pertama berlangsung pada 6 Oktober 2025 di Stasiun Krian, Sidoarjo, wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Sejak pagi, masyarakat berdatangan untuk mengikuti layanan kesehatan dasar, pemeriksaan ibu dan anak, serta kegiatan literasi di Rail Library. Anak-anak terlihat antusias memilih buku cerita dan buku pendidikan yang disediakan petugas, memanfaatkan kesempatan yang jarang mereka akses sehari-hari.

Layanan berlanjut pada 8 Oktober 2025 di Stasiun Ledokombo, Kabupaten Jember. Di lokasi ini, KAI Daop 9 Jember membawa paket layanan lengkap—mulai dari pemeriksaan gigi, mata, laboratorium, edukasi PHBS, edukasi TBC, hingga program makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak sekolah. Banyak lansia yang memanfaatkan pemeriksaan umum karena keterbatasan akses di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan ketiga dilaksanakan pada 15 Oktober 2025 di Stasiun Klari, Kabupaten Karawang, oleh KAI Daop 1 Jakarta. Pelaksanaan kegiatan di wilayah yang padat penduduk ini mendapat respons luar biasa. Antrean panjang tampak sejak pagi untuk layanan pemeriksaan kehamilan, pemberian kacamata gratis, hingga edukasi keselamatan kereta api.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Rail Clinic dan Rail Library bukan hanya program sosial, melainkan ruang yang menghubungkan masyarakat dengan akses kesehatan dan pengetahuan. “Setiap kegiatan menghadirkan cerita yang menyentuh. Anak-anak semakin dekat dengan buku, ibu memastikan tumbuh kembang anaknya, dan para lansia merasa lebih tenang setelah diperiksa,” ujar Anne.

KAI mencatat peningkatan signifikan pada dampak program ini. Periode Januari–Oktober 2025 sudah menjangkau 7.382 penerima manfaat layanan kesehatan dan literasi. Angka tersebut telah melampaui capaian sepanjang 2024 yang mencapai 7.076 penerima manfaat. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan dasar dan akses literasi yang mudah.

Rail Clinic hadir dengan berbagai layanan pemeriksaan umum, gigi, mata, ibu dan anak, laboratorium, edukasi pola hidup bersih dan sehat, edukasi TBC, serta edukasi keselamatan kereta api. Rail Library melengkapi dengan koleksi buku bacaan anak dan materi pendidikan yang menarik bagi pelajar.

Program layanan sosial KAI ini akan terus berlanjut pada November 2025 di Stasiun Kedungjati (Daop 4 Semarang) dan Stasiun Payakabung (Divre III Palembang). Persiapan kegiatan telah dimulai, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kesehatan.

“Kami berharap setiap kunjungan membawa semangat baru bagi keluarga dan ruang belajar yang terbuka bagi generasi muda,” kata Anne. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud KAI dalam memperkuat layanan publik yang inklusif.

Dengan penyelenggaraan yang konsisten, Rail Clinic dan Rail Library menjadi jejak penting dalam perjalanan KAI melayani masyarakat sekitar jalur rel, sejalan dengan Asta Cita pemerintah untuk pemerataan akses kesehatan dan pendidikan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *