Jakarta, 14 Oktober 2025 – Kepedulian nyata PT Railink terhadap aksesibilitas transportasi terbukti melalui implementasi layanan inklusif unggulan yang konsisten dan berkelanjutan. Sebagai operator KA Bandara di Indonesia, perusahaan ini tidak hanya berbicara tentang inklusivitas, tetapi juga membuktikannya melalui tindakan konkret yang berdampak langsung pada pengalaman penumpang. Bukti kepedulian ini terlihat dari berbagai program dan fasilitas yang telah dikembangkan serta komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Direktur Utama PT Railink Porwanto Handry Nugroho menegaskan bahwa kepedulian perusahaan bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang dijalankan dalam operasional harian. “KAI Bandara berkomitmen untuk memberikan layanan yang setara bagi seluruh pelanggan. Kami terus berinovasi dalam menghadirkan fasilitas dan pelayanan yang inklusif, karena kami percaya bahwa transportasi publik harus dapat diakses oleh semua kalangan,” ujar Porwanto. Kepedulian ini tercermin dalam konsistensi perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya, waktu, dan perhatian untuk pengembangan layanan inklusif meskipun menghadapi berbagai tantangan operasional.
Bukti kepedulian terlihat jelas dari program pelatihan intensif yang secara konsisten diberikan kepada petugas frontliner. PT Railink tidak pernah menganggap pelatihan sebagai program sekali jalan, melainkan sebagai investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Petugas dibekali dengan kompetensi untuk memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan beragam penumpang. Program ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kualitas interaksi manusia dalam layanan transportasi. Selain pelatihan, PT Railink juga rutin melaksanakan survei kepuasan pelanggan dan secara serius menindaklanjuti setiap masukan untuk perbaikan layanan.
Kepedulian PT Railink juga terwujud dalam penyediaan fasilitas ramah difabel yang lengkap dan terawat dengan baik. Jalur pemandu atau guiding block, ruang laktasi, kursi roda, dan tongkat bukan hanya disediakan sebagai pemenuhan kewajiban, tetapi sebagai wujud perhatian tulus terhadap kebutuhan penumpang. Fasilitas-fasilitas ini dipelihara dengan standar tinggi dan secara berkala dievaluasi untuk memastikan fungsinya tetap optimal. Kepedulian juga terlihat dari cara perusahaan merespons setiap keluhan atau masukan terkait aksesibilitas dengan cepat dan solutif. “Kami ingin memastikan bahwa pengalaman perjalanan bersama KAI Bandara tidak hanya nyaman, tetapi juga setara dan inklusif bagi semua pelanggan. Kami akan terus beradaptasi dan berinovasi demi menciptakan transportasi publik yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” tambah Porwanto. Melalui berbagai bukti konkret ini, PT Railink membuktikan bahwa kepedulian terhadap aksesibilitas transportasi bukan hanya komitmen verbal, melainkan praktik nyata yang dijalankan melalui layanan inklusif unggulan.
(Redaksi)

