Jakarta, 2 Oktober 2025 – Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap masinis sebelum berdinas. Di Daop 9 Jember, 96 masinis menjalani pemeriksaan kesehatan setiap kali mereka akan mengoperasikan kereta. Prosedur ini memastikan bahwa masinis berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima untuk mengemban tanggung jawab mengantarkan ribuan penumpang dengan selamat.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan paling lambat 60 menit sebelum jadwal keberangkatan setelah masinis melapor kepada KUPT Kru atau Penyelia. Pemeriksaan mencakup pengecekan kondisi fisik umum seperti tekanan darah, denyut jantung, dan kondisi mata untuk memastikan kemampuan visual masinis optimal. Tes kadar alkohol menjadi bagian krusial dari pemeriksaan ini dan hasilnya harus menunjukkan nol persen tanpa toleransi.
Tes alkohol bertujuan memastikan masinis dalam kondisi sadar penuh dan tidak terpengaruh zat yang dapat mengganggu konsentrasi. Selain pemeriksaan fisik, penilaian kondisi mental juga dilakukan melalui asesmen dan tes tunjuk sebut. Penyelia mengevaluasi kesiapan mental, fokus, dan pemahaman masinis terhadap prosedur operasional sebelum memberikan izin untuk berdinas.
Cahyo Widiantoro menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. “Kami terus memberikan dukungan melalui program pembinaan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pendampingan agar masinis selalu siap secara fisik maupun mental dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya. Pemeriksaan kesehatan yang ketat menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keselamatan operasional kereta api setiap hari.
(Redaksi)

