Jakarta, 2 Oktober 2025 – Keamanan ribuan penumpang kereta api menjadi prioritas utama yang dijaga melalui penerapan prosedur ketat sebelum masinis mengemudi. Di Daop 9 Jember, setiap masinis dari 96 personel yang ada menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebelum dinyatakan layak mengoperasikan kereta. Prosedur ini dirancang untuk menghilangkan risiko sekecil apapun yang dapat mengancam keselamatan perjalanan.

Tahapan pertama adalah pelaporan kepada KUPT Kru atau Penyelia paling lambat satu jam sebelum keberangkatan. Setelah mengisi daftar hadir, masinis menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik mereka prima. Tes kadar alkohol menjadi tahapan krusial yang hasilnya harus menunjukkan nol persen. Pemeriksaan ini memastikan tidak ada gangguan konsentrasi yang dapat membahayakan operasional kereta.

Perlengkapan dinas yang lengkap juga menjadi syarat mutlak. Masinis wajib membawa suling mulut untuk komunikasi darurat, senter untuk penerangan, arloji untuk ketepatan waktu, dan dokumen kecakapan sebagai bukti kompetensi. Tanda pengenal smart card dikenakan sebagai identitas resmi. Setelah semua kelengkapan terpenuhi, masinis mengikuti asesmen dan tes tunjuk sebut sebelum menandatangani surat pernyataan siap dinas.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan apresiasi terhadap kepatuhan masinis. “Dukungan keluarga juga menjadi kunci penting agar mereka bisa beristirahat cukup dan tetap fokus saat berdinas,” jelasnya. Prosedur ketat yang diterapkan sebelum mengemudi menjadi jaminan bahwa setiap perjalanan kereta api dilakukan oleh masinis yang siap dan kompeten.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *