Jakarta, 2 Oktober 2025 – Kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional menjadi kunci utama para masinis Daop 9 Jember dalam menjaga keselamatan perjalanan. Dengan 96 masinis yang tersebar di tiga unit pelaksana teknis, setiap harinya mereka menghadapi tantangan mengoperasikan 26 perjalanan kereta yang melayani lebih dari 10.000 penumpang. Prosedur yang ketat bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan keselamatan bagi ribuan nyawa.
Sebelum berdinas, masinis wajib melapor kepada penyelia dan mengisi daftar hadir paling lambat 60 menit sebelum jadwal keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan dan tes alkohol menjadi tahapan wajib yang tidak boleh terlewatkan. Setiap masinis harus memastikan kadar alkohol dalam tubuh mereka nol persen untuk menjamin konsentrasi penuh saat mengemudikan kereta. Selain itu, mereka juga harus membawa tanda pengenal smart card dan perlengkapan dinas lengkap.
Dokumen perjalanan seperti Surat Perintah Perjalanan Dinas, Bentuk O 100, serta Buku Permintaan KA Penolong menjadi kelengkapan administratif yang wajib dibawa. Prosedur berlapis ini memastikan tidak ada celah yang terlewatkan dalam persiapan operasional. Masinis juga harus mengikuti asesmen dari KUPT Kru sebelum dinyatakan layak berdinas pada hari tersebut.
Cahyo Widiantoro menegaskan pentingnya dukungan sistem dan pembinaan berkelanjutan. “Di Daop 9 Jember, kami terus memberikan dukungan melalui program pembinaan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pendampingan agar masinis selalu siap secara fisik maupun mental dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. Kedisiplinan prosedur inilah yang menjadikan perjalanan kereta api tetap aman dan tepat waktu setiap hari.
(Redaksi)

