Jakarta, 29 Agustus 2025 – Upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui program sosialisasi keselamatan menjadi pilar penting dalam mendukung keberhasilan penutupan perlintasan sebidang yang dilakukan KAI. Program edukasi yang menyeluruh ini melibatkan kerjasama strategis dengan Dinas Perhubungan, komunitas penggemar kereta api, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan pemahaman kolektif tentang pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.
Implementasi program sosialisasi dilakukan melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di setiap daerah, mulai dari kampanye media, dialog langsung dengan masyarakat, workshop keselamatan, hingga aktivitas edukasi di sekolah-sekolah dan komunitas. Pendekatan berbagai saluran ini memastikan bahwa pesan keselamatan dapat tersampaikan secara efektif kepada berbagai segmen masyarakat.
Salah satu wujud nyata program sosialisasi adalah pemasangan ribuan spanduk peringatan di lokasi-lokasi rawan yang telah diidentifikasi memiliki potensi gangguan keselamatan tinggi. Spanduk-spanduk ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat visual, tetapi juga sebagai bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas untuk membangun budaya keselamatan di masyarakat.
Wakil Presiden Direktur Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba menjelaskan pentingnya aspek edukasi dalam program keselamatan. “Selain menutup perlintasan, KAI secara konsisten melakukan sosialisasi keselamatan bersama Dinas Perhubungan, komunitas railfans, dan masyarakat. Ribuan spanduk peringatan telah dipasang di lokasi rawan,” ujar Anne. Program sosialisasi ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran keselamatan yang berkelanjutan.
(Redaksi)

