Jakarta, 6 Agustus 2025 – Sejak kejadian anjlokan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegaden Baru, Subang, pada 1 Agustus lalu, KAI Service menjalankan langkah darurat dengan menugaskan petugasnya siaga penuh selama 24 jam di titik-titik pelayanan. Pelaksanaan Service Recovery ini mencakup stasiun keberangkatan, stasiun kedatangan, dan di dalam rangkaian kereta yang berhenti akibat gangguan. Pengaturan ini bertujuan memastikan setiap penumpang terdampak menerima bantuan tepat waktu dalam bentuk makanan, minuman, dan informasi perjalanan.

Menurut keterangan Vice President Corporate Secretary KAI Services, Hilmi Ridwan, kesiagaan petugas menjadi kunci dalam menjaga kenyamanan pelanggan pada momen krisis. “Kami menyiapkan sumber daya manusia dan logistik yang memadai agar seluruh penumpang tetap merasa terlayani meskipun perjalanan terganggu,” katanya. Hilmi menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan tidak ada penumpang yang terlewat dalam distribusi bantuan.

Selain menyediakan makanan dan minuman, tim juga membantu mengatur antrian, membagikan perlengkapan dasar, dan memberikan petunjuk mengenai langkah lanjutan yang perlu diambil penumpang. Koordinasi intensif antara KAI Service dan unit operasional PT KAI membuat alur pelayanan lebih cepat dan terarah. Supervisor khusus ditugaskan memantau realisasi layanan di lapangan sehingga jika ada masalah, dapat segera diatasi.

Hilmi menambahkan, pengalaman ini akan menjadi pedoman bagi peningkatan prosedur layanan darurat di masa mendatang. “Kesiagaan dan kesigapan adalah prinsip utama kami, dan Service Recovery menjadi bukti konkrit bahwa kami akan selalu hadir demi menjaga kepercayaan penumpang,” ujarnya.
(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *