Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 9,04% sepanjang Januari–Juli 2025 dengan total 286 juta pelanggan. Pencapaian ini mendorong KAI untuk menggenjot bisnis non-tiket yang dianggap memiliki prospek besar di tengah dinamika transportasi modern.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menuturkan bahwa strategi perusahaan kini tidak hanya berfokus pada pendapatan farebox. “Dengan mengembangkan lifestyle, retail, dan integrasi di kawasan stasiun, KAI berkomitmen untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan, membuka ruang usaha bagi mitra bisnis, serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Bisnis non-tiket yang digarap KAI meliputi retail, properti, periklanan, hingga pengembangan Station Integrated Housing. Setiap stasiun diarahkan menjadi pusat aktivitas baru yang mampu menambah nilai perusahaan sekaligus memberi manfaat ekonomi lokal.
Lifestyle Development Program menjadi salah satu motor utama. Melalui program ini, KAI memperluas area sewa untuk tenant komersial sekaligus menyediakan ruang strategis bagi UMKM.
Selain itu, KAI membangun Lifestyle Hub yang berfungsi sebagai pusat aktivitas terpadu. Penumpang maupun masyarakat sekitar bisa berbelanja, bersantai, hingga bekerja di kawasan stasiun.
Transformasi ini membuat stasiun tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi menjadi destinasi dengan nilai tambah yang tinggi. Dengan demikian, pertumbuhan penumpang menjadi modal untuk mengembangkan potensi bisnis lainnya.
KAI optimis strategi diversifikasi ini akan menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan pada tiket. Pendekatan ini juga memperkuat citra perusahaan sebagai penyedia layanan gaya hidup urban.
“Melalui berbagai inisiatif ini, selain fokus pada layanan transportasi. KAI juga berkomitmen untuk membangun ekosistem transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

