Jakarta, 6 Oktober 2025 – Pemulihan sektor logistik nasional semakin terasa dengan meningkatnya aktivitas pengiriman berbasis rel yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sepanjang Januari hingga September 2025, KAI mencatat pertumbuhan angkutan retail sebesar 13 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan volume mencapai 185.057 ton.

Peningkatan ini mencerminkan kebangkitan kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi rel sebagai pilihan utama dalam mendistribusikan barang secara cepat, aman, dan efisien. Tak hanya itu, lonjakan kinerja ini juga menjadi sinyal positif bagi pulihnya rantai pasok nasional pascapandemi dan meningkatnya permintaan logistik domestik.

Layanan angkutan retail KAI dikembangkan melalui dua pendekatan bisnis, yakni B2B (business to business) dengan mitra logistik resmi, serta B2C (business to customer) yang memungkinkan masyarakat umum dan UMKM menggunakan layanan pengiriman berbasis rel. Sinergi ini membuka peluang distribusi barang yang lebih luas dengan biaya kompetitif.

Bagi pelaku UMKM, peningkatan kapasitas layanan ini sangat membantu memperlancar pengiriman produk dari sentra produksi ke pasar utama. Jaringan rel KAI yang menjangkau banyak wilayah menjadi kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.

Lebih dari sekadar efisiensi ekonomi, angkutan berbasis rel juga memiliki manfaat lingkungan yang signifikan. Transportasi rel menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat, sehingga turut berkontribusi dalam pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Untuk memperkuat ekosistem logistik, KAI terus mendorong integrasi multimoda dengan mitra strategis di berbagai lini rantai pasok, termasuk sektor first mile dan last mile. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan sistem logistik nasional yang tangguh dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kinerja positif KAI juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan konektivitas logistik nasional yang efisien dan inklusif. Dengan dukungan teknologi digital, KAI berperan sebagai penghubung utama antara produsen, konsumen, dan mitra usaha di seluruh Indonesia.

“KAI berkomitmen menghadirkan layanan logistik retail yang inklusif dan berdaya guna bagi semua lapisan, termasuk UMKM. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui layanan distribusi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *