Jakarta, 28 Agustus 2025 – LRT Jabodebek menghadirkan pengalaman transportasi modern dengan sistem otomasi Grade of Automation Level 3 (GoA3), memungkinkan perjalanan berlangsung otomatis dengan presisi tinggi, namun tetap didampingi Train Attendant untuk memastikan keselamatan penumpang.
Dalam dua tahun operasinya, LRT Jabodebek telah melayani 43.696.660 pelanggan, menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. Bulan Juli 2025 tercatat sebagai puncak jumlah penumpang bulanan, yakni 2.732.235 orang.
Rata-rata pengguna harian Agustus 2025 mencapai 102.439 orang di hari kerja dan 51.277 orang di akhir pekan, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Frekuensi perjalanan pun naik dari 158 menjadi 396 perjalanan per hari kerja dan 270 perjalanan akhir pekan.
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, efisien, dan berdaya saing. Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya bersama LRT Jabodebek,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Integrasi dengan moda transportasi lain, seperti MRT Jakarta, Commuter Line, TransJakarta, dan Kereta Cepat Whoosh, meningkatkan kemudahan berpindah moda dan memperluas jangkauan layanan.
Selain aspek teknologi, LRT Jabodebek juga berdampak positif pada ekonomi dan lingkungan. Menurut Universitas Indonesia, LRT berkontribusi pada penghematan bahan bakar Rp170 miliar, biaya kerusakan jalan Rp1 triliun, serta pengurangan emisi karbon senilai Rp217 miliar.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan inovasi teknologi dan kualitas layanan, memastikan LRT Jabodebek menjadi transportasi modern yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan. (Redaksi)

