Jakarta, 26 Desember 2025 – Sepuluh kereta api jarak jauh favorit melayani ribuan pelanggan setiap harinya selama periode 18-25 Desember 2025 dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa pergerakan pelanggan menunjukkan tren peningkatan seiring mendekatnya puncak libur Natal. Pada 18 Desember tercatat 157.301 pelanggan, meningkat menjadi 202.369 pelanggan pada 19 Desember dan 209.925 pelanggan pada 20 Desember.
Arus perjalanan terus menguat pada 21 Desember dengan 223.654 pelanggan, naik menjadi 227.134 pelanggan pada 22 Desember, serta meningkat kembali pada 23 Desember dengan 233.671 pelanggan. Puncak pergerakan terjadi pada 24 Desember dengan 259.333 pelanggan, sementara pada 25 Desember jumlah pelanggan tetap tinggi sebanyak 246.834 pelanggan. Kondisi ini mencerminkan peran kereta api dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama puncak libur Natal, dengan total mencapai 1,76 juta penumpang untuk periode tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api mencerminkan peran strategis transportasi publik dalam menjaga kelancaran perjalanan akhir tahun yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kereta api menjadi sarana penting yang menghubungkan masyarakat dengan keluarga, destinasi wisata, serta pusat-pusat kegiatan ekonomi di berbagai daerah. “Selama masa Nataru, KAI menjaga kelancaran mobilitas masyarakat melalui layanan yang andal, kapasitas yang memadai, serta konektivitas antardaerah yang mendukung perjalanan libur Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Pada 26 Desember 2025, jumlah pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal diperkirakan mencapai 194.211 pelanggan berdasarkan data pemesanan hingga pukul 08.00 WIB. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan diperkirakan terus bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung. Hal ini menunjukkan konsistensi pergerakan masyarakat pascalibur Natal serta keberlanjutan aktivitas perjalanan selama periode Nataru. KAI terus memastikan ketersediaan kapasitas yang memadai untuk mendukung mobilitas masyarakat.
(Redaksi)

