Jakarta, 14 Agustus 2025 – Mobilitas kereta api saat libur panjang kemerdekaan berperan strategis menggerakkan perekonomian lokal di berbagai daerah yang dilalui. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan 318.655 tiket hingga Kamis (14/8) pukul 11.00 WIB atau 47,33% dari kapasitas 673.194 tempat duduk periode 15-18 Agustus 2025, menciptakan multiplier effect positif bagi ekonomi regional.
Pergerakan penumpang melalui kereta api subsidi pemerintah yang mencatat okupansi 117,11% hingga 210,41% memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kota-kota transit dan destinasi. KA 272 dan 271 Airlangga dengan total 13.841 tiket misalnya, tidak hanya menghubungkan Jakarta-Surabaya tetapi juga menggerakkan ekonomi Cirebon, Tegal, Semarang, dan kota-kota lain sepanjang koridor melalui aktivitas perdagangan, kuliner, dan jasa transportasi lokal.
Sistem penumpang dinamis yang memungkinkan naik-turun di berbagai stasiun memperluas sebaran dampak ekonomi ke lebih banyak wilayah. Setiap stasiun pemberhentian menjadi pusat aktivitas ekonomi mikro yang melibatkan pedagang makanan, ojek, angkutan lokal, dan berbagai usaha kecil menengah yang bergantung pada arus penumpang kereta api. Fenomena ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan bahwa kereta api berperan mempererat persatuan dan menggerakkan perekonomian lokal melalui konektivitas terintegrasi. “Dengan tarif terjangkau dan konektivitas yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, kereta api semakin mempererat persatuan, menggerakkan perekonomian lokal, dan menghadirkan kemerdekaan yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkap Anne, menggambarkan kontribusi kereta api dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif.
(Redaksi)

