Jakarta, 6 November 2025 – Upaya menstabilkan kembali geometri jalur kereta api di kawasan padat lalu lintas dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon melalui program perbaikan infrastruktur yang komprehensif. Program perbaikan geometri yang sedang berjalan mencakup area seluas 2.453 meter persegi yang tersebar di 166 titik pada 82 lokasi perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional Daop 3 Cirebon.

Pekerjaan perbaikan mencakup penggantian rel yang sudah menurun kualitasnya, bantalan yang aus, penambahan batu ballast sebagai penguat struktur jalur, serta pengaspalan kembali setelah seluruh tahapan perbaikan selesai dilakukan. Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menerangkan bahwa pekerjaan ini sangat penting untuk mengembalikan kondisi jalur yang telah mengalami perubahan geometri akibat berbagai faktor. Perubahan geometri menjadi ancaman serius bagi keselamatan perjalanan kereta api yang harus segera ditangani melalui perbaikan yang terstruktur dan terukur.

Beban lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang dalam frekuensi tinggi menjadi penyebab utama perubahan geometri jalur. Muhibbuddin menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas berpengaruh langsung terhadap kecepatan penurunan elevasi rel di area perlintasan. “Semakin padat beban lalu lintas yang ada, dapat menyebabkan penurunan elevasi rel lebih cepat, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kestabilan perjalanan KA,” ungkap Muhibbuddin. Ketidakstabilan jalur akibat penurunan elevasi rel dapat membahayakan keselamatan penumpang dan mengganggu kelancaran operasional kereta api yang melintas setiap hari.

Tahapan perbaikan memerlukan waktu penyelesaian yang cukup karena harus melalui proses yang telah ditetapkan demi menjamin kualitas hasil pekerjaan. Setelah pembongkaran dan perbaikan geometri selesai, masa penstabilan selama tujuh hari mutlak diperlukan sebelum tahap pengaspalan dapat dimulai. Meskipun perbaikan sedang berlangsung, pengguna jalan tetap dapat melintas melalui separuh badan jalan yang tersedia. PT KAI Daop 3 Cirebon memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul dan mengimbau agar selalu berhati-hati saat melintas di area perbaikan, terutama pada saat cuaca hujan karena adanya penumpukan material dan lalu lalang pekerja di lokasi.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *