Jakarta, 30 Desember 2025 – Perayaan malam Tahun Baru 2026 mendapat dukungan penuh dari KAI Group melalui pengaturan operasional layanan transportasi publik yang lebih panjang. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman hingga dini hari.
Pengaturan tersebut merupakan bagian dari kesiapan Angkutan Nataru 2025/2026 yang disusun secara terintegrasi. KAI Group menilai kehadiran transportasi publik yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perayaan akhir tahun.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa seluruh aspek operasional telah dipastikan siap.
“KAI Group memastikan seluruh sarana, prasarana, serta sumber daya manusia berada dalam kondisi siap operasi melalui rangkaian pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan berlapis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung tahun,” ungkap Anne.
LRT Jabodebek menjadi salah satu layanan yang beroperasi lebih lama dengan perpanjangan jam operasional hingga pukul 01.44 WIB dini hari 1 Januari 2026. Layanan ini disiapkan untuk mengakomodasi arus balik penumpang setelah perayaan malam tahun baru.
Di sisi lain, Commuter Line Jabodetabek juga dioperasikan hingga pukul 03.00 WIB dengan 45 perjalanan tambahan. Pengaturan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi publik setelah kegiatan perayaan.
Selain pengaturan jam operasional, KAI Group juga menyiapkan kapasitas angkut yang memadai di seluruh layanan. Total kapasitas angkut mencapai 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya.
Dengan operasional yang lebih panjang dan kapasitas yang ditingkatkan, KAI Group berharap transportasi publik tetap menjadi pilihan utama masyarakat saat perayaan akhir tahun.
“KAI Group akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang hingga puncak libur Tahun Baru 2026. Melalui penguatan keselamatan, kesiapan operasional, dan peningkatan kapasitas layanan, KAI Group memastikan transportasi publik tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas, aktivitas sosial, dan perputaran ekonomi pada awal tahun 2026,” tutup Anne. (Redaksi)

