Semarang, 20 November 2025 – KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan penumpang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan kereta. Imbauan ini disampaikan menyusul tren meningkatnya laporan barang hilang dalam dua bulan terakhir.
Menurut KAI Daop 4, sebagian besar kasus barang hilang bukan berasal dari tindak kejahatan, melainkan kelalaian penumpang yang lupa memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta. Tas kecil, dompet, gawai, dan barang belanja menjadi jenis barang yang paling sering tertinggal.
Manajer Humas KAI Daop 4, Krisbiyantoro, menyebutkan bahwa petugas telah meningkatkan pengumuman berkala sebagai langkah preventif. “Pengumuman kami lakukan secara intensif di seluruh stasiun dan di dalam kereta. Kami mengingatkan penumpang untuk memeriksa area duduk, rak bagasi, dan barang bawaan lainnya,” jelasnya.
Selain pengumuman, petugas Polsuska juga ditugaskan untuk memberikan edukasi langsung kepada penumpang di titik-titik ramai seperti ruang tunggu, peron, dan pintu masuk. Pendekatan langsung ini dinilai efektif membantu penumpang lebih sadar akan potensi kelalaian.
KAI Daop 4 menyebut bahwa dalam sepekan terakhir, beberapa barang bernilai tinggi ditemukan di berbagai rangkaian kereta. Barang-barang tersebut telah diamankan dan didaftarkan dalam sistem lost and found untuk memudahkan proses pengambilan oleh pemiliknya.
Untuk mempermudah pelaporan, penumpang kini dapat melakukan pengaduan melalui jalur digital tanpa harus datang langsung ke stasiun. Sistem pelaporan online ini memudahkan perjalanan wisatawan atau penumpang luar kota yang tidak sempat kembali ke lokasi hilangnya barang.
KAI Daop 4 juga mengingatkan bahwa puncak mobilitas penumpang masih akan terjadi menjelang libur akhir tahun dan masa Nataru. Potensi kelalaian pada periode padat seperti ini biasanya meningkat sehingga imbauan harus dilakukan lebih intensif.
“Kesadaran penumpang merupakan garda terdepan dalam mencegah kehilangan barang. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tetap tenang, teliti, dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama,” tutup Krisbiyantoro. (Redaksi)

