Jember, 07 Agustus 2025 – Warga yang tinggal di sekitar Stasiun Sempolan dan Garahan kini bisa tersenyum lega. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember resmi menambahkan dua stasiun ini, bersama empat stasiun lainnya, sebagai pemberhentian KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang PP mulai 11 Agustus 2025. Langkah ini menjadi kabar baik di tengah penutupan Jalan Nasional di kawasan Gumitir yang berdampak signifikan terhadap mobilitas warga.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan penyesuaian rute ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Kebijakan ini bersifat sementara sebagai bentuk dukungan nyata KAI terhadap mobilitas masyarakat, terutama warga yang selama ini menggantungkan aktivitas harian mereka pada jalur darat yang kini terganggu karena penutupan jalur Gumitir. Kami hadir untuk menjembatani kebutuhan transportasi masyarakat di tengah situasi yang cukup menantang ini,” ujarnya.
Selain Sempolan dan Garahan, empat stasiun baru lainnya yang akan dilayani KA Pandanwangi adalah Ledokombo, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro. Penambahan ini berlaku hingga 30 September 2025 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kondisi di lapangan.
Keputusan ini diambil setelah KAI menerima aspirasi dari warga dan pemerintah daerah yang meminta adanya moda transportasi alternatif. Dengan penutupan jalan Gumitir, jalur kereta api menjadi opsi paling andal untuk menjaga konektivitas wilayah Jember, Kalibaru, dan Banyuwangi.
Jadwal KA Pandanwangi pun telah disesuaikan untuk mengakomodasi enam pemberhentian baru ini. Waktu tempuh diatur agar penumpang tetap mendapatkan pelayanan tepat waktu tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan.
Penumpang dapat membeli tiket melalui loket di stasiun terdekat atau aplikasi Access by KAI. Kehadiran dua stasiun tambahan di jalur tengah ini memberikan kemudahan bagi warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh menuju stasiun utama.
Cahyo menambahkan, penyesuaian ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi di daerah sekitar stasiun. Dengan jalur darat yang terputus, peran kereta api menjadi sangat vital bagi pergerakan orang dan barang.
Warga Sempolan dan Garahan menyambut positif kebijakan ini karena dapat menghemat waktu perjalanan dan biaya transportasi. Mereka kini tidak perlu bergantung pada jalur darat yang terganggu penutupan.
Dengan adanya pemberhentian tambahan ini, KA Pandanwangi diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas dan menjadi moda transportasi andalan selama masa penutupan jalur Gumitir. (Redaksi)

