Jakarta, 2 Desember 2025 – Peningkatan mobilitas 12.391 pengguna Commuter Line Merak pada hari pertama operasional Kereta Petani dan Pedagang menunjukkan dampak positif hadirnya layanan baru ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat angka total tersebut mencakup penumpang reguler dan 95 pengguna Kereta Petani dan Pedagang, menandakan bahwa kehadiran kereta khusus ini tidak mengurangi minat penumpang umum, melainkan menambah segmen pengguna baru. Dengan menyediakan layanan yang mengakomodasi kebutuhan berbeda, Commuter Line Merak kini menjadi lebih inklusif dan mampu melayani mobilitas yang lebih beragam. Peningkatan mobilitas ini penting bagi pengembangan ekonomi dan konektivitas regional di Banten. Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang kereta ini untuk mendukung peningkatan mobilitas secara menyeluruh.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, kehadiran Kereta Petani dan Pedagang berkontribusi pada peningkatan mobilitas total di Commuter Line Merak. “Pada hari pertama operasional, sebanyak 12.391 pengguna memanfaatkan Commuter Line Merak, termasuk 95 pengguna Kereta Petani dan Pedagang,” ujar Anne. Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa layanan khusus untuk petani dan pedagang tidak bersifat kannibalistik terhadap layanan reguler, melainkan membuka pasar baru dan menarik pengguna yang sebelumnya mungkin tidak menggunakan kereta api. Dengan demikian, kehadiran Kereta Petani dan Pedagang justru memperkuat ekosistem Commuter Line Merak secara keseluruhan.
Kereta Petani dan Pedagang memiliki kapasitas 73 kursi dan area bagasi yang menampung maksimal dua koli barang berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm per pengguna. Dengan terintegrasi dalam 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, kereta ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem transportasi yang lebih besar. Sarana kereta telah melalui uji teknis, sertifikasi, dan pemasangan signage keselamatan untuk memastikan peningkatan mobilitas ini tidak mengorbankan aspek keamanan. Pengguna yang memiliki Kartu Petani dan Pedagang dapat membeli tiket sejak H-7 dan boarding lebih awal, menambah fleksibilitas dalam mobilitas harian.
Kereta ini melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak dan dirangkaikan pada 14 perjalanan setiap hari. Anne menegaskan, KAI akan terus memantau perkembangan angka pengguna untuk menilai dampak jangka panjang Kereta Petani dan Pedagang terhadap mobilitas total di Commuter Line Merak. “Layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel,” tutup Anne. Dengan dukungan kehadiran Kereta Petani dan Pedagang, peningkatan mobilitas di Commuter Line Merak diharapkan dapat terus berlanjut dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional.
(Redaksi)

