Jakarta, 19 November 2025 – Menjelang masa Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Railink fokus pada peningkatan layanan penumpang, tidak hanya dari segi kuantitas tiket tetapi juga kualitas dan aspek keberlanjutan. Dalam periode Nataru yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, perusahaan menargetkan $493.920$ penumpang dapat terlayani dengan baik melalui dua wilayah operasional utamanya. Inisiatif terbaru yang menonjol adalah perluasan penyediaan water dispenser sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap gaya hidup ramah lingkungan.

Perluasan fasilitas water station ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Saat ini, seluruh stasiun kereta api bandara di area Medan telah dilengkapi dengan water station yang memungkinkan pelanggan untuk mengisi ulang air minum mereka secara mandiri. Inisiatif ini selaras dengan tren global dalam upaya pengurangan sampah plastik. Selain aspek lingkungan, KAI Bandara juga menyiapkan layanan tambahan lainnya seperti customer service mobile dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk personel operasional.

Direktur Utama Porwanto Handry Nugroho menjelaskan bahwa komitmen keberlanjutan menjadi salah satu prioritas perusahaan. “Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, kami terus memperluas penyediaan water dispenser untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Sekarang, seluruh stasiun kereta api bandara di area Medan menyediakan water station,” ujarnya, menyoroti upaya yang telah dilakukan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang semakin peduli terhadap isu-isu ekologis.

Dengan total tiket sebesar $216.288$ di Yogyakarta dan $277.632$ di Medan, KAI Bandara mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka sedini mungkin. Penumpang diingatkan untuk memesan tiket jauh-jauh hari dan memperhitungkan waktu keberangkatan kereta minimal 2 jam sebelum penerbangan domestik atau 3 jam sebelum penerbangan internasional. Ketentuan ini penting untuk memastikan waktu transit yang cukup dan menghindari keterlambatan, sehingga perjalanan Nataru dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan ramah lingkungan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *