Jakarta, 5 November 2025 – Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) menciptakan ruang hidup terhubung di sekitar Stasiun Tanah Abang yang ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (4/11). Peninjauan rencana induk tiga stasiun strategis yaitu Manggarai, Tanah Abang, dan Sudirman–BNI City–Karet dilakukan di Stasiun Manggarai sebelum Presiden mencoba perjalanan dengan KRL menuju Stasiun Tanah Abang. Peresmian Stasiun Tanah Abang Baru menjadi puncak dari kunjungan ini, menandai langkah besar dalam modernisasi infrastruktur transportasi nasional.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa konsep TOD dirancang untuk menjadikan stasiun sebagai pusat kehidupan kota yang menggabungkan tempat beraktivitas, bekerja, dan berinteraksi dalam satu kawasan terintegrasi dengan transportasi publik. Stasiun Tanah Abang dengan potensi lahan 77,5 hektare akan dikembangkan sebagai area hijau multifungsi yang terhubung dengan empat moda transportasi publik. “KAI ingin menghadirkan kota yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Bobby. Pengembangan ini juga mendukung program penyediaan hunian vertikal untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Data operasional Stasiun Tanah Abang menunjukkan tingginya mobilitas dengan rata-rata 45.104 penumpang masuk dan 42.587 penumpang keluar setiap hari. Pada hari kerja, angka ini melonjak menjadi 50.492 penumpang masuk dan 47.366 penumpang keluar, membuktikan peran vital stasiun dalam sistem transportasi Jakarta. Tingginya mobilitas ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Anne Purba dari KAI menegaskan bahwa pengembangan TOD merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menghadirkan ruang hidup yang terhubung dan produktif. “Melalui pengembangan TOD, kami ingin mendukung penyediaan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), ruang terbuka hijau, serta jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman di sekitar kawasan stasiun,” jelasnya. Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang berkelanjutan dengan mobilitas yang mudah dan kualitas hidup perkotaan yang meningkat.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *