Jakarta, 28 Agustus 2025 – Pengembangan ketahanan mental menjadi aspek krusial dalam program pelatihan P3K dan kegawatdaruratan medis yang diselenggarakan KAI Daop 3 Cirebon. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cakrabuana ini mengakui bahwa menghadapi situasi medis darurat dapat memberikan tekanan psikologis yang signifikan, sehingga frontliner perlu dibekali dengan keterampilan mental yang kuat.
Program ketahanan mental yang dikembangkan mencakup teknik manajemen stres, regulasi emosi, perawatan berdasarkan trauma, dan pemulihan pasca insiden. Para frontliner dilatih untuk mengelola emosi mereka sendiri sambil tetap memberikan perawatan yang empati kepada korban dan keluarga yang terdampak dalam situasi darurat.
Aspek pertolongan pertama psikologis juga menjadi bagian integral dari kurikulum, di mana frontliner dibekali kemampuan untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada korban trauma dan saksi kejadian. Hal ini sangat penting dalam mencegah dampak psikologis jangka panjang yang mungkin dialami oleh individu yang terlibat dalam insiden.
Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menekankan pentingnya aspek kesehatan mental dalam tanggap darurat. “Pada setiap pekerjaan selalu memiliki risiko dan potensi bahaya,” ungkap Muhib. Pengembangan ketahanan mental ini diharapkan dapat memastikan bahwa frontliner tetap dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang dan terhindar dari kelelahan atau trauma sekunder.
(Redaksi)

