Jakarta, 12 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menempatkan petugas tambahan secara strategis di area dengan tingkat kepadatan tinggi dan wilayah pegunungan sebagai bagian dari upaya pengamanan selama masa Natal dan Tahun Baru. Penempatan ini didasarkan pada analisis lalu lintas kereta api dan karakteristik geografis yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional. Area padat seperti perlintasan di pusat kota dan jalur komuter mendapat penambahan petugas penjaga, sementara wilayah pegunungan yang rawan longsor diperkuat dengan tim pengawas khusus.
Jalur pegunungan menjadi perhatian utama karena kondisi geografis yang menantang dan potensi gangguan akibat cuaca ekstrem. Selama musim hujan, risiko tanah longsor dan pergeseran tanah meningkat signifikan di area ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KAI menempatkan petugas pengawas daerah rawan yang telah dibekali dengan pelatihan khusus. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penempatan petugas dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko. “KAI memastikan seluruh prasarana dan petugas siap menghadapi lonjakan perjalanan menjelang libur panjang. Tujuan kami sederhana yaitu menjaga keselamatan pelanggan dan memastikan setiap perjalanan berjalan lancar,” ujar Anne.
Di area padat perkotaan, tantangan yang dihadapi berbeda namun tidak kalah penting. Perlintasan dengan volume kendaraan tinggi memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan. KAI menambah 298 petugas penjaga perlintasan yang bertugas mengatur lalu lintas dan memastikan tidak ada kendaraan yang melintas saat kereta api akan lewat. Petugas juga bertugas memberikan edukasi kepada pengendara tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu perlintasan. Kehadiran petugas yang lebih banyak diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Koordinasi antara petugas di area padat dan wilayah pegunungan dengan pusat pengendalian dilakukan secara intensif menggunakan sistem komunikasi yang terintegrasi. Setiap temuan di lapangan langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur standar operasional. Regu perawatan juga disiagakan selama 24 jam untuk merespons dengan cepat jika ada gangguan yang memerlukan perbaikan. Dengan pengawasan menyeluruh di berbagai jenis wilayah, KAI berkomitmen untuk memastikan bahwa perjalanan kereta api selama masa Nataru berlangsung dengan aman, lancar, dan tepat waktu bagi seluruh penumpang.
(Redaksi)

