Jakarta, 2 Desember 2025 – PT Railink memperketat sistem pemantauan cuaca sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan operasional KA Srilelawangsa. Kereta api yang melayani relasi Medan–Binjai–Kualabingai akan kembali beroperasi normal mulai 3 Desember 2025 dengan jaminan keamanan yang lebih tinggi.

Pengetatan sistem pemantauan cuaca dilakukan sebagai respons terhadap banjir yang baru saja melanda Sumatera Utara. Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, Ayep Hanapi, menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan BMKG dan instansi terkait terus dilakukan untuk mendapatkan informasi cuaca yang akurat dan terkini. Data cuaca dianalisis secara real-time untuk mengidentifikasi potensi ancaman yang dapat mempengaruhi operasional kereta api. “Hal ini untuk memastikan, bahwa seluruh aspek keselamatan benar-benar terpenuhi sebelum perjalanan kembali dibuka,” ujar Ayep.

Sistem peringatan dini telah dipasang di berbagai lokasi strategis sepanjang jalur kereta api. Petugas lapangan dilengkapi dengan peralatan komunikasi modern yang memungkinkan mereka melaporkan perubahan kondisi cuaca dengan cepat. Protokol tanggap darurat juga diperbarui untuk mengantisipasi situasi yang memerlukan tindakan segera. Simulasi evakuasi dan penanganan darurat telah dilakukan untuk memastikan kesiapan semua personel.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan percaya pada sistem keselamatan yang telah disiapkan. PT Railink menegaskan bahwa operasional kereta api hanya akan dilanjutkan jika kondisi benar-benar aman. Penumpang juga dapat mengakses informasi cuaca dan status operasional melalui aplikasi dan website resmi perusahaan untuk merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *